Search Engine Submission - AddMe Jual Ikan Hias Cupang | Jual Ikan Hias Guppy | Jual Ikan Hias Koi | Jual Ikan Hias Mas Koki | Dll.

Jual Ikan Hias

Jual Ikan Hias Aligator | Jual Ikan Hias Arwana silver | Jual Ikan Hias Balashark | Jual Ikan Hias Black ghost | Jual Ikan Hias Bogim | Jual Ikan Hias Bones | Jual Ikan Hias Botea camracara | Jual Ikan Hias Cupang | Jual Ikan Hias Guppy | Jual Ikan Hias Kapiat | Jual Ikan Hias Koi | Jual Ikan Hias Komet | Jual Kura-kura | Jual Ikan Hias Lele | Jual Ikan Hias Lemon | Jual Ikan Hias Louhan | Jual Ikan Hias Manvis | Jual Ikan Hias Mas Koki | Jual Ikan Hias Miky | Jual Ikan Hias Moly | Jual Ikan Hias Niasa | Jual Ikan Hias Ninetynine | Jual Ikan Hias Oscar | Jual Ikan Hias Palmas | Jual Ikan Hias Rainbow | Jual Ikan Hias Red Pin | Jual Ikan Hias Platy | Jual Ikan Hias Sapu-sapu hitam | Jual Ikan Hias Sili | Jual Ikan Hias Sumatra | Jual Ikan Hias Tetra | Jual Udang merah/lobster | Jual Ikan Hias Zebra | Dll. Contact Person: Bastian Phone/SMS/Whatsapp: 08563633100. PIN: 758FEBDD. Jl. I Gusti Ngurah Rai, Tulungagung, Jawa Timur.

Jual Ikan Hias Air Tawar

Kami menjual berbagai macam jenis ikan hias, MURAH!
Harga mulai dari Rp. 500,-/ekor.
Bisa kirim ke seluruh daerah Indonesia dan juga impor ke luar negeri.
Untuk informasi daftar harga langsung hubungi
Contact Person: Bastian
Phone/SMS/Whatsapp: 08563633100
PIN: 758FEBDD


Jl. I Gusti Ngurah Rai, Tulungagung, Jawa Timur.

Aligator, Arwana Silver, Balashark, Black Ghost, Bogim, Bones, Botea, Cupang , Guppy, Kapiat, Komet, Kura-kura Brasil, Lele, Lemon, Louhan, Manvis, Mas Koki, Miky, Moly, Niasa, Ninetynine, Oscar, Palmas, Platy, Rainbow, Redpin, Sapu-sapu Hitam, Sili, Sumatra, Tetra, Udang Merah, Lobster, Zebra

Translate

Senin, 24 Februari 2014

Budidaya Ikan Gurami Peluang Bisnis


Cara Budidaya Ikan Gurami Sebagai Peluang Bisnis

Pembudidayaan Ikan Gurami
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan ikan gurami untuk peluang usaha ataupun bisnis yang sangat menguntungkan, yaitu:
1.      Tentang Ikan Gurami.
Ikan gurami merupakan salah satu jenis ikan konsumsi air tawar yang sangat diminati orang-orang karena rasanya yang lezat.Ikan gurami mempunyai bentuk badan yang pipih melebar.Ikan gurami ini berasal dari daerah Sunda dan dengan cepat menyebar ke negara Malaysia, Thailands, Ceylon dan Australia.Untukpertumbuhan ikan gurami ini tergolng lambat jika dibandingkan dengan ikan konsumsi air tawar yang lainya.
2.      Sentra Perikanan Ikan Gurami.
Daerah di Indonesia yang menjadi sentra atau pusat ikan gurami yaitu: Sumatera, Jawa Nusa Tenggara Barat. Sedangkan sentra atau pusat ikan gurami di luar negeri yaitu: Jepang, Thailand dan Filipina.
3.      Jenis Ikan Gurami Menurut Klasifikasinya.
- Klas : Pisces
- Sub Kelas : Teleostei
- Ordo : Labyrinthici
- Sub Ordo : Anabantoidae
- Famili : Anabantidae
- Genus : Osphronemus
- Species : Osphronemus goramy (Lacepede)
Jenis-jenis ikan gurami yang telah dikenal oleh masyarakat diantaranya adalah ikan gurami angsa,
ikan gurami jepun, ikan gurami blausafir, ikan gurami paris, ikan gurami bastar dan ikan gurami porselen. Empat jenis terakhir telah banyak dibududayakan di daerah Jawa Barat, khususnya di daerah Bogor. Dibandingkan dengan ikan gurami jenis lain, ikan gurami jenis porselen lebih unggul dalam produksi telur. Apabila ikan gurami jenis bastra mampu menghasilkan telur sebanyak 2000-3000 butir telur dalam setiap sarangnya, ikan gurami jenis porselen mampu menghasilkan telur sebanyak 10.000 butir telur. Oleh karena itu ikan gurami jenis porselen ini paling banyak diunggulkan.
4.      Manfaat Ikan Gurami.
Selain sebagai ikan konsumsi air tawar yang mengandung banyak protein, ikan gurami juga dimanfaatkan sebagai peluang usaha atau bisnis yang sangat menguntungkan karena dapat menghasilkan keuntungan yang relatif lebih besar jika dibandingkan dengan jenis ikan konsumsi air tawar yang lain.
5.      Lokasi Pembudidayaan Ikan Gurami.
·         Lahan yang baik untuk pembudidayaan dan pemeliharaan ikan gurami adalah jenis tahah liat atau tanah lempung yang tidak berporos dan mengandung humus. Tahan jenis ini dapat menahan massa air dengan baik sehingga air tidak mudah bocor. Selain jenis tanah liat, sekarang ini juga telah banyak para pembudidaya ikan gurami menggunakan kolam dari semen atau beton karena dianggap lebih praktis dan tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas.
·         Kemiringan tanah juga merupakan salah satu faktor yang penting untuk memudahkan pengairan di dalam kolam.
·         Kualitas air yang digunakan untuk pemeliharaan ikan gurami merupakan hal yang sangat penting. Kualitas air yang digunakan haruslah bersih dan dasar kolam tidak mengandung lumpur, air tidak tercemar senyawa kimia beracun.
·         Pembuatan kolan dengan kedalaman air sekitar 70-100 cm dan dibarengi dengan sistem pengairan yang airnya dapat mengalir dengan baik sangat lah dianjurkan karena ikan gurami akan mempunyai pertumbuhan fisik yang sangat baik. Untuk pemeliharaan ikan gurami dengan cara tradisional pada kolam khusus, debit air yang dianjurkan adalah sekitar 3 liter/ detik. Sedangkan untuk pemeliharaan ikan gurami dengan cara polikultur, debit air yang dianjurkan adalah antara 6-12 liter/detik.
·         Keasaman air yang baik untuk pemeliharaan ikan gurami antara 6,5-8 pH.
·         Suhu air yang ideal berkisar antara 24-28 .

6.      Teknis Budidaya Ikan Gurami.
6.1.Penyiapan peralatan dan sarana budidaya ikan gurami

A.     Kolam.
Jenis kolam yang umum dipergunakan untuk membudidayakan ikan gurami antara lain adalah:
1.      Kolam Penyimpanan Indukan Ikan Gurami.
Kolam ini memiliki fungsi untuk menyimpan indukan ikan gurami dalam persiapan pematangan sel telur dan untuk menjaga kesehatan indukan ikan gurami. Kolam yang memiliki luas sekitar 10  dan kedalaman sekitar 50 cm dapat menampung 20 ekor indukan ikan gurami betina dan 10 ekor indukan ikan gurami jantan.
2.      Kolam Pemijahan.
Kolam dengan luas antara 200-300  dan kepadatan kolam, 1ekor indukan ikan gurami memerlukan 2-10  (dapat disesuaikan dengan sistem pemijahan). Selain itu syarat untuk kolam pemijahan memiliki suhu air antara 24-28 , dengan kedalam air 70-100 cm dan dasar kolam sebaiknya berpasir. Tambahkan ijuk atau ranting yang berguna untuk tempat menempelnya telur-telur ikan gurami.
3.      Kolam Pendederan Atau Kolam Pemeliharaan Benih Ikan Gurami.
Kolam memiliki luas tidak lebih dari 50-100  dan memiliki kedalaman antara 30-50 cm. kolam sebaiknya memiliki kepadatan populasi anakan ikan gurami sebanyak 10-50 ekor/ . Lama pemeliharaan anakan ikan gurami di dalam kolam pendederan sebaiknya 3-4 minggu, disaat anakan ikan gurami berukuran 3-5 cm.
4.      Kolam Pembesaran.
Kolam pembesaran memiliki fungsi sebagai tempat untuk membesarkan dan memelihara anakan ikan gurami setelah dari kolam pendederan. Sebaiknya dalam kolam pemeliharaan ini disertakan beberapa kolam jaring 1,25-1,5 cm. jumlah penebaran anakan ikan gurami sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/ .
5.      Kolam Pemberokan
Kolam ini merupakan tempat untuk pembersihan ikan gurami sebelum dipasarkan atau dijual. Berikut adalah cara pembuatan kolam pemberokan:
1.      Ukuran tanah untuk kolam 10 x10 m (100)
2.      Buat pematang kolam dengan ukuran, atas lebar 0,5 m, bawah lebar 1 m dan tinggi 1 m.
3.      Pasangkan pipa untuk memasukan dan mengengeluarkan air.
4.      Cangkul dasar tanah kolam induk agar menjadi gembur, setelah itu ratakan lagi. Dengan cara tersebut tanah akan menjadi setelah diairi sehingga lubang-lubang pada tanah akan tertutup dan air tidak keluar akibat bocor dari pori-pori tanah. Sebaiknya dasar kolam dibuat miring ke arah pintu keluar air agar memudahkan keluarnya air.
5.      Buat saluran air ditengah-tengah kolam induk. Buatlah memanjang dari pintumasuk air ke pintu keluar. Lebar saluran 0,5 cm dan dalam 15 cm.
6.      Keringkan kolam induk dengan 2 karung pupuk kandang yang disebarkan merata, kemudian air dimasukkan. Diamkan kolam selama 1 minggu, agar pupuk menjadi hancur dan meresap ke dalam tanah sehingga membentuk lumut. Isi air dengan ketinggian 0,75-1 m.

B.     Peralatan.
Peralatan yangbiasa digunakan dalam usaha budidaya ikan gurami adalah: Jala, hapa atau kotak dari jaring/kelambu yang berguna untuk menampung sementara induk ikan gurami maupun benih ikan gurami, waring atau anco seser, ember atau baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (Kg),cangkul, arit atau sabit, pisau dan piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadarkekeruhan.

Sedangkan peralatan lain yang biasa digunakan untuk memanen atau menangkap ikan gurami antara lain adalah: warring/scoopnet yang halus, ayakanpanglembangan yang memiliki diameter 100 cm, ayakan penandean berdiameter 5 cm, tempat untuk menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan dari jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur ikan gurami yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur ikan gurami secara terkontrol) atau terkadang digunakan untuk penangkapan benih ikan gurami, ayakanpenyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih ikan gurami),sirib (untuk menangkap benih ikan gurami yang berukuran lebig dari10 cm), anco/hanco (untukmenangkap ikan gurami), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi),scoopnet (untuk menangkap benih ikan gurami yang berumur satu minggu lebih),seser (gunanya sama dengan scoopnet, tetapi memiliki ukuran yang lebih besar dari scoopnet), jaring berbentuksegiempat (untuk menangkap induk ikan gurami atau ikan konsumsi).

6.2. Pembenihan.

A.     Pemilihan Induk Ikan Gurami.
Ciri-ciri indukan ikan gurami yang baik yaitu:
- Memiliki sifat pertumbuhan fisik yang relatif cepat.
- Bentuk badan ikan normal dan ideal.
- Ukuran kepala ikan relatif terlihat kecil.
- Susunan sisik terlihat, terasa licin, memiliki warna cerah dan terlihat mengkilap serta tidak terdapat luka atau cacat.
- Gerakan ikan normal dan lincah.
- Bentuk bibir indah sepertipisang, bermulut kecil dan tidak berjanggut.
- ikan berumur antara 2-5 tahun.

Berikut cara untuk membedakan ikan gurami jantan dan betina:
a.       Ikan Gurami Jantan
- Dahi ikan terlihat menonjol.
- Dasar sirip dada berwarna terang keputihan.
- Dagu berwarna kuning.
- Apabila ikan gurami jantan diletakkan di tempat datar ekor akan naik.
- Jika perut distriping atau diurut akan mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.
b.      Ikan Gurami Betina
- Dahi ikan meninjol.
- Dasar sirip dada berwarna terang gelap kehitaman.
- Dagu berwarna putih kecoklatan.
- Apabila diletakkan pada tempat datar ekor hanya bergerak-gerak.
- Jika perut distriping atau diurut tidak mengeluarkan cairan.

B.     Pemeliharaan Induk Ikan Gurami.
Induk-induk ikan girami yang terpilih ditempatkan dalamkolam penyimpanan induk dengan ketentuan 20-30 ekor untuk kolam seluas 10. Jangan lupa memberi makanan selama dalam penampungan.Khusus untuk setiap indukan ikan gurami dengan berat antara 2-3 kg berikan makanan berupa daun-daunansebanyak 1/3 kg setiap harinyadan diberikan pada sore hari.Pemberian makanan tambahan berupadedak halus yang diseduh dengan air panas diberikan 2 kali dalam seminggu.

C.     Pembenihan.
Apabila proses pematangan telur dan spermaindukan ikan gurami di kolam
penampungan telah mencapai puncaknya dan siap untuk dikawinkan, induk ikan gurami segera dimasukkan ke dalam
kolam pemijahan. Berikut ini cara pemijahan ikan gurami:
a.       Terlebih dahulu kolam dikeringkan selama 5 hari.
b.      Lakukan tahap pengapuran dan pemupukan pada kolam. Pemupukan dasar kolam dapat dilakukan menggunakan pupukkandang dengan dosis 7,5 kg/100  dan biarkan kolam selama 3 hari.
c.       Tanami dasar kolam dengan tanaman ganggang.
d.      Isikan kolam dengan air yang telah dicampur pupuk buatan TSP dengan takaran sebanyak 500 gram/100 , biarkan kolam selama 1 minggu dan kemudian isikan airke dalam kolam hingga kedalaman 75 cm.
e.       Untuk kolam dengan ukuran luas 100  bisa disebar indukan ikan gurami sebanyak 30 ekor betina dan 10 ekor jantan. Setelah pemijahan ikan berlangsung, 1-2 hari induk ikan gurami betina akan melepaskan telur-telurnya ke dalam sarang dan kemudian induk ikan gurami jantan akan menyemprotkan sperma sehingga terjadi pambuahan sel telur. Setelah proses tersbut, 20-30 hari kemudian induk-induk ikan gurami yang terpelihara dengan baik akanberpijah lagi dan beberapa hari kemudian telur akan menetas.

D.     Pemeliharaan benih.
Benih-benih ikan gurami yang telah berumur antara 1-2 bulan sejak menetas sebaiknya segera dibesarkan pada kolam pendederan.Dalam prakteknya pendederanbenuh atau anakan ikan gurai dimulai dengan melakukan pengeringan kolam,pemupukan, perbaikan pematang dan pemasangan saringan atau perbaikanpipa-pipa pada pintu pemasukan atau pengeluaran air.Setelah persiapan tersebut selesai, benih atau anakan ikan gurami dengan ukuran 5-10 cm dapat segera ditebarkan ke dalam kolam dengan kepadatan 30ekor/. Makanan yang dapat diberikan selama pemeliharaan berupa rayap ataudaun-daunan yang telah dilunakkan terlebih dahulu dengan takaran 20-30% berat badan rata-rata anakan ikan gurami.Adapun makanan tambahan yang dapat diberikan berupa dedak halus yang diseduh air panas diberikan 1 kali seminggu. Lamanya proses pendederan anakan ikan gurami sekitar 1-2 bulan.

6.3. Pembesaran Dan Pemeliharaan.
A.     Pemeliharaan.

Pemeliharaan dan pembesaran ikan gurami dapat dilakukan dengan dua carayaitu polikultur danmonokultur.
1.      Polikultur,
Dengancara ikan gurami dipeliharan bersama dengan ikan mas, ikan nila, ikan mujair atau ikan lele. Cara ini lebih menguntungkan karena pertumbuhan ikan gurami yang relatif lambat.
2.      Monokultur,
Pada pemeliharaan dengan cara ini ikan guramiditempatkan tersendiri tanpa adanya ikan jenis lain, benih yang ditebar minimal harusberumur 2 bulan. Penebaran benih ikan gurami berjumlah 500 ekor dan berukuran 10-15 cm dan diperlukan luas kolam sekitar 1500 meter persegi.

B.     Pemupukan.
Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia ataupun pupuk kandang.Pada umumnya pemupukan hanya dilakukan 1 kali dalam setiap pemeliharaan atau setiap masa panen ikan gurami, yang bertujuan untuk meningkatkan dan menambah makanan alami bagi hewan peliharaan berupa plankton.Tahap pemupukan pertama dilakukan pada saat kolam sedang dikeringkan. Pada tahap ini pupuk yang diberikan berupa pupuk kandang dengan takaran sebanyak 7,5 kg untuktiap 100  kolam. Setelah itu air disisakan sedikit demi sedikit ke dalam kolam sampai mencapaiketinggian 10 cm dan dibiarkan kolam selama 3 hari.Pada tahap berikutnya pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupukbuatan seperti TSP atau pupuk Urea dengan takaran sebanyak 500 gram untuk setiap 100
kolam. Pemberian kedua pupuk tersebut ditebarkan merata ke setiap dasar dan sudut kolam.

C.     Pemberian Pakan.
Makanan pokok ikan gurami yaitu berupa pelet yang dapat diatur nilai dan kandungan gizinya, namun di daerah yang agak sulit memperoleh pakan pelet, dapat diganti dengan daun-daunan diantaranya daunpepaya, daun keladi,daun ketela pohon,daun genjer,daun kimpul,daun kangkung,daun ubi jalar,daun ketimun,daun labu dandaun dadap merupakan alternatif pakan yang sangat baik untuk dijadikan makanan ikan gurami. Pemberian makanan yang teratur dengan kualitas dan kuantitas yang baik dapat meningkatkan pertumbuhan tubuh ikan gurami lebih cepat.Indukan ikan gurami yang sehat dan terjamin asupan makanannya dapat dipijahkan dua kalisetahun berturut-turut selama 5 tahun.

D.     Pemeliharaan Kolam/Tambak.
Setiap masa panen ikan gurami, sebaiknya kolam dibersihkan atau dikuras. Slanjutnya dilakukan pemupukan agar mempengaruhi kesuburan kolam sehingga apabila benih kembali ditebarkan ke dalam kolam, kesehatan ikan akanterjamin dan pertumbuhan ikan akan cepat.

7.      Panen.
7.1.Pembesaran Dan Pemeliharaan.
Tahap pemanenan ikan gurami dapat dilakukan setelah benih atau anakan ikan guramitelah berumur sekitar 1 bulan. Pemanenan ikan gurami dilakukan dengan cara menyurutkan atau mengurangi jumlah air di dalam sedikit demi sedikit, sementara itu saluran air masuk diperkecil. Berikutnya pasang jaring lembut di pintu pengeluaran guna untuk menampung
benihikan gurami atau bisa juga dengan membuat parit di tengah kolam menuju ke lubang pengeluaran. benih ikan gurami yang terawat dengan baik bisa mencapai berat 0,3 gram/ekornya pada saat dipanen.

Ukuran pemanenan dari hasil budidayaan ikan gurami sangat tergantung dari permintaan pasar dan konsumen. Pada umumnya pemanenan ikan gurami dilakukan setelah ikan berumur 2-3tahun, ikan gurami yang telah berumur 2 tahun mempunyai panjang tubuh sekitar 25 cm dan memiliki berat sekitar 0,3 kg/ekornya. Sedangkan untuk ikan gurami yang telah berumur 3 tahun memiliki panjangtubuh sekitar 35cm dan berat badan 0,7 kg/ekornya. Untuk ikan gurami yang telah berumur 4 tahun panjang tubuhnya bisa mencapai 40 cm dan memiliki berat hingga 1.5 kg/ekornya.
Adapun carapenangkapan ikan gurami sebagai berikut:
- Air kolam disurutkan sedikit demi sedikit.
- Penangkapan ikan sebaiknya dilakukan pada pagi hari.
- Sebisa mungkin hindaricara penangkapan yang dapat menyebabkan ikan tersebut terluka.

7.2.Pembersihan.
Setelah air kolam surut, benih segera digiring masuk ke dalam petak kecil.Kemudian ikan gurami diserok dan dimasukkan ke dalam keranjang panen yang telah disiapkan. Biasanya dalam waktu panen tidak hanyaikan  gurami saja yang tertangkap, sehingga sebelum ikan gurami dimasukkan ke dalam kolam pemberokansebaiknya ikan gurami harus diseleksi dan dibersihkan terlebih dahulu. Pembersihanbenih ikan gurami dilakukan selama 1 hari.Hal ini bertujuan agar ikan gurami tidak lemas sewaktudiangkut ke pasar.Lamanya pembersihan disesuaikan dengan besarnya benih ikan gurami.

8.      Pasca Panen.

A.     Penanganan Ikan Hidup
Adakalanya ikan gurami ini akan memiliki harga jual yang lebih mahalapabila dijual dalam keadaan hidup. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan supaya ikan gurami tersebut sampai ke tangan konsumen dalam keadaan hidup, sehat dan segar yaitu:
·         Dalam pengangkutan atau pendistribusian ikan gurami sebaiknya menggunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 .
·         Waktu pengiriman ikan sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari.
·         Sebaiknya jumlah ikan gurami pada saat pengangkutan tidak terlalu padat.

B.     Penanganan Ikan Segar.
Ikan segargurami merupakan produk yang relatif cepat turun kualitasnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk tetap mempertahankan kesegaran ikan gurami diantaranya adalah:
·         Penangkapan ikan gurami harus dilakukan dengan hati-hati agar ikan tidak terluka.
·         Sebelum dilakukan pengemasan, ikan gurami sebaiknya dicuci terlebih dahulu agar bersih darilendir yang menempel.
·         Wadah pengangkutan haruslah bersih dan tertutup rapat. Untuk pengangkutan dalam jarak dekat atau sekitar 2 jam perjalanan dapat menggunakan keranjang yang telah dilapisi dengan daun pisang atau plastik. Sedangkan untuk pengangkutan jarak jauh dapat menggunakan kotak danseng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimal 50 kg dengan tinggi kotak maksimal 50 cm.
·         Ikan sebaiknya diletakkan di dalam wadah yang diberi es batu dengan suhu antara 6-7 derajat .Gunakan es berupa potongan kecil-kecil dengan perbandingan jumlah es dan ikan 1:1. Hal ini untuk menghindari kerusakan ikan akibat berat es. Dasar kotak pengangkutan dilapisi es setebal antara 4-5 cm. setelah itu ikan gurami disusun di bagian atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es berikutnya dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi pembatas berupa es, demikianjuga antara ikan dengan penutup kotak.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan pascapanen benih ikan gurami adalah sebagai berikut:
·         Benih ikan gurami haruslah dipilih yang sehat diantaranya bebas dari penyakit, parasit dantidak terdapat cacat di tubuh ikan gurami. Selanjutnya, benih ikan gurami dimasukkan ke dalam kantongplastik yang tertutup atau bisa juga dimasikkan ke dalam keramba.
·         Air yang digunakan untuk media pengangkutan atau haruslah air yang bersih, sehat, bebas hama,penyakit serta bahan kimia maupun organik lainya. Sebagai contohnya dapat digunakan airsumur yang telah diaerasi.
·         Sebelum diangkut benih ikan gurami sebaiknya diberok terlebih dahulu selama beberapa hari.Gunakan tempat untuk pemberokan berupa bak yang diisi dengan air bersih dan denganaerasi yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 matau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan dapatmenampung benih ikan gurami berjumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5cm. Jumlah benih ikan gurami dalam media pemberokan harus disesuaikan dengan ukuranbenihnya.

C.     Pengiriman.
Berdasarkan dari lama atau jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih ikan gurami terbagimenjadi dua, yaitu:
1.      Sistem terbuka.
Sistem ini dilakukan untuk mengangkut atau mengirim benih ikan gurami dalam jarak dekat atau tidak memutuhkan waktu perjalanan yang lama.Alat pengangkut benih ikan gurami bisa berupa keramba atau plastik.Setiapkeramba dapat diisi air bersih sekitar 15 liter dan dapat untuk mengangkut sekitar5000 ekor benih ikan gurami berukuran 3-5 cm.
2.       Sistem tertutup.
Sistem ini dilakukan untuk pengangkutan benih ikan gurami jarak jauh yang memerlukan waktu lama atau lebih dari 4-5 jam.Alat pengangkutan benih ikan gurami dapat menggunakan kantong plastik yang sebelumnya telah diisi dengan gas oksigen. Volume mediapengangkutan terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi bufferNa2(hpo)4.1H2O sebanyak 9 gram.

Adapun cara pengemasan benih ikan gurami yang akan diangkut dengan kantong plastic antara lain:
·         Masukkan air bersih terlebih dahulu ke dalam kantong plastik kemudian masukkan benih ikan gurami.
·         Hilangkan udara yang terdapat di dalam kantong plastic dengan menekan kantong plastik ke permukaan air.
·         Isi atau berikan gas oksigen dari tabung gas ke dalam kantong plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan ruang di dalam plastik atau dengan perbandingan air: oksigen, 1:2.
·         Setelah itu ikat kantong plastik dengan kuat agar gas tidak keluar dari plastik.
·         Masukkan kantong plastik ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan. Dos dengan ukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat diisi dengan 2 buah kantong plastik.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih ikan gurami sampai di tempat tujuan diantaranya:
·         Pertama-tama siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam bak atau 1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih.
·         Buka kantong plastic dan tambahkan air bersih dari kolam setempat sedikit demi sedikit. Hal ini berfungsi agar perubahan suhu air dalam kantong plastik terjadi perlahan-lahan sehingga ikan dapat beradaptasi.
·         Pindahkan benih ikan gurami ke dalam bak yang berisi larutan tetrasiklin selama 1-2 menit.
·         Masukan benih ikan gurami ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan ini sebaiknya benih ikan gurami diberi pakan secukupnya. Selain itu dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain menggunakan tetrasiklin dapat juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin sebanyak 4% selama 3-5 menit.
·         Setelah 1 minggu ikan gurami dikarantina, tebar benih ikan di kolam pembudidayaan.

Demikianlah beberapa cara yang dapat saya bagikan mengenai membudidayakan ikan konsumsi air tawar khususnya ikan gurami. Semoga info yang saya berikan bermanfaan dan dapat menjadi sebuah referensi untuk anda memulai bisnis atau usaha.

pada kesempatan berikutnya akan saya beri sedikit gambaran mengenai keuntungan budidaya ikan gurami. sekian dulu postingan saya kali ini.